Ide Teknologi yang Membuat Para Dedengkot Hidup Abadi

Pertanyaannya, apakah bisa seorang manusia hidup abadi tanpa mengalami proses kematian? Apakah dengan teknologi semua yang tidak mungkin itu menjadi mungkin?

Entah bisa atau tidak, tapi banyak usaha para ilmuan memunculkan teknologi tersebut. Bahkan orang-orang terkemuka, terkanal dan pemimpian sebuah perkumpulan terbesar berani mendukung teknologi tersebut.
Dengan memberikan investasi yang cukup besar. Ide teknologi ini mungkin memang begitu diinginkan oleh para dedengkot tersebut. Mungkin alasannya mereka lebih ingin menikmati kekayaan mereka lebih lama dengan membuat usia tidak akan bisa menghampiri ajal.


Mengupload otak ke cloud
Beberapa ilmuan mengatakan, dengan mengupload otak manusia yang sudah meninggal ke cloud, Anda bisa tetap hidup namun secara digital. Karena teknologi tersebut, seorang presiden venture capital Y Combinator, Altman tertarik dan mendaftarkan dirinya dalam perusahaan Netcome untuk diupoad otaknya ke cloud. Karena dengan begitu, kesadarannya akan tetap hidup meski raga sudah mati. Ini membuatnya tetap hidup selamanya.

Karena hal tersebut Altman harus membayar uang sebesar 143 juta ke perusaan Netcome selaku pemilik teknologi hidup abadi untuk manusia.

Obat Anti Penuaan
Teknologi tersebut dikembangkan oleh Unity. Mereka ingin memunculkan obat yang bisa membunuh semua sel penyakit dalam diri manusia sekaligus sel-sel penuaan.

Ide teknologi ini dapat membuat seseorang hidup abadi karena dengan mengonsumsi obat tersebut di dalam diri manusia, tiada lagi yang namanya penyakit. Jeff Bezos, Bos Amzon tertarik dengan teknologi tersebut. Orang kaya nomor satu di dunia itu bahkan sudah menginvestasikan dana kepada perusahaan Unity. Mungkin seorang Jeff Bezoz pun juga ingin hidup abadi dan menikmati kekayaannya yang melimpah ruah tersebut.

Tranfusi Darah Dapat Menghentikan Penuaan
Tekniknya seperti seorang Vampir yang tak bisa mati karena meminum darah manusia. Namun dalam masalah ini konsepnya berbeda. Perusahaan bernama Ambrosia, memiliki rencana mencegah penuaan pada orang tua dengan memberikan tranfusi darah dari orang yang lebih muda. Bahkan pendiri Paypal, yakni Peter Thiel sudah mengontak perusahaan ini. Dia juga sudah mengeluarkan uang yang tak sedikit untuk mimpi hidup abadinya.

Baiklah, mereka terlalu fokus pada fisik. Mereka melupakan pada takdir. Jadi bagaimana kalau mereka meninggal bukan karena penuaan. Atau penyakit di dalam diri sendiri, tapi takdir. Seperti kecelakaan, pembunuhan, dan lainnya. Apakah ide teknologi ini bisa terealisasikan atau hanya sekadar mimpi?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel