Perintah untuk berobat

Sesungguhnya setiap penderitaan yang dirasakan manusia adalah akibat dari kesalahan mereka sendiri, sebagaimana Rasulullah saw bersabda
لا يصيب ابن اذم خدش عور ، ولاعشرة قدم، ولااختلاج عرق، الابذنب ومايعفواعنه اكشر
Artinya : Tidak menimpa kepada seseorang terkoyak kulitnya, tidak pula terperosok kaki, dan tidak pula terpotongnya anggota badan kecuali itu karena dosa, yang Allah tidak ampunkan sebagian besarnya                                                          (HR Al-Baihaqi dalam Syuabul iman no.9828
Maka tidak ada jalan bagi manusia ketika tertimpah musibah kecuali rujuk kepada allah. Mendekatkan diri kepadanya dan menghiba kepada-Nya untuk diampunkan segala dosa. Insya Allah bersamaan dengan diangkatnya dosa ini terangkat pula penyakitnya.
Inilah hakikatnya dari berobat, yaitu mengharapakan kesembuhan kepada Asy-Syifa (Allah Yang Maha Mengobati) dengan kembali mendekatkan diri kepadaNya melalui syariat-syariat yang diturunkan-Nya kepada Rasulnya yang mulia, Muhammad Saw.hakikat semacam inilah yang luput dari sebagian besar hambah-hambah allah. Bukannya menyadari bahwa musibah ini adalah akibat dari kelalainnya terhadap perintah-perintah Allah SWT dan keberaniannya melanggar batasan -batasan Allah, malah justru ia mencari kesembuhan-kesembuhan melalui jalur yang diharamkan Allah, naudzubillah. Rasulullah SAW bersabda
ان الله انذل الداء والدواء وجعل لكل داء دواء فتداوواو ولاتداووابحرام
Artinya : sesungguhnya allah menurunkan penyakit dan obat, dan mrnjadikan bagi setiap penyakit itu obat, maka berobatlah kalian, tapi jangan berobat dengan sesuatu yang haram. (HR.Abu Dawud, dalam sunannya no.3876, hadits ini didhaifkan Al-Albani).
Karena itu tidak ada kesembuhan sempurna yang dia dapatkan, yaitu kesembuhan jiwa dan ketenangan batin, melainkan bertambah keingkaran dan kesyirikannya kepada Allah Azza wa Jalla.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel